PROSES rekrutmen kerja sering kali bervariasi, tergantung pada masing-masing
perusahaan. Yang pasti, setiap proses rekrutmen kerja memiliki sesi wawancara.
Sesi ini pun berbeda-beda, termasuk pihak yang akan mewawancarai kandidat.
Bisa
jadi, di proses awal wawancara, kamu akan bertemu dengan HR. Kemudian di tahap
akhir, kamu akan diwawancarai kembali oleh user atau calon
atasanmu. Biasanya, saat sesi wawancara dengan HR, pertanyaan yang diajukan
bersifat lebih umum.
Hal ini
bertujuan untuk mengetahui lebih jauh tentang karakter diri. Sedangkan saat
sesi wawancara dengan user, pertanyaan yang diajukan akan lebih
mendalam dan berhubungan dengan teknis pekerjaan yang dilamar.
Idealnya,
wawancara dilaksanakan untuk memastikan apakah kamu kandidat yang tepat dan
sesuai dengan visi misi serta budaya kerja perusahaan. Informasi tambahan
mengenai dirimu sangat dibutuhkan karena berhubungan dengan perkembangan
perusahaan. Maka dari itu, tentu saja pertanyaan-pertanyaan yang diajukan
memiliki tujuan tersendiri. Jika kamu berhasil menjawab pertanyaan dan dirasa
cocok dengan perusahaan, kamu akan lolos ke proses selanjutnya.
Penasaran apa saja pertanyaan-pertanyaan yang sering
muncul saat wawancara kerja?
Berikut adalah 10 pertanyaan yang paling sering muncul
dan bagaimana cara menjawabnya.
“Bisa ceritakan tentang diri Anda?”
Pertanyaan
ini umumnya merupakan pertanyaan pertama diajukan oleh pewawancara. Kamu harus
memahami bahwa pertanyaan ini menentukan jalannya wawancara karena ini adalah
kesempatanmu untuk menarik perhatian perekrut. Perkenalkan diri,
pengalaman, skills, dan prestasi yang sudah kamu capai. Jika kamu baru
memulai karier sebagai fresh graduate, kamu bisa menceritakan
kegiatan yang kamu ikuti saat berkuliah. Pastikan bahwa informasi-informasi
yang diberikan relevan dengan posisi yang kamu lamar. Pada pertanyaan ini,
skill komunikasi, interpersonal, dan organisasi merupakan hal yang paling
diperhatikan.
“Kenapa Anda melamar di perusahaan ini?”
Pada
pertanyaan ini, perekrut dari bidang HR akan menilai pemahamanmu tentang
perusahaan. Sebaiknya kamu jawab sesuai dengan informasi yang kamu ketahui
terhadap perusahaan serta bagaimana visi misi dan budaya perusahaan sesuai
dengan nilai-nilai yang kamu pegang. Jelaskan juga bahwa keselarasan tersebut
yang membuatmu berminat untuk bekerja di perusahaan tersebut. Hal ini dapat
membantu HR dalam melihat antusiasme kamu melamar pekerjaan.
“Bagaimana
pemahaman Anda terhadap posisi yang dilamar, dan apa alasan Anda melamar pada
posisi ini?”
Kamu
sudah menghimpun banyak informasi seputar perusahaan untuk menjawab pertanyaan
sebelumnya. Sekarang, saatnya siapkan jawaban terbaik bagi pertanyaan ini
dengan mencari tahu tentang posisi yang dilamar. Kamu bisa mempelajari posisi
tersebut
dari website perusahaan,
iklan lowongan kerja, maupun sumber lainnya yang berhubungan. Ketahui job
description, tanggung jawab, hingga skill dan value yang
dibutuhkan bagi pengembangan karier tersebut. Kemudian, jawablah sesuai
pemahamanmu. Kamu bisa menambahkan skills yang kamu ingin
pelajari atau kembangkanjika berada di posisi ini.
“Skill apa saja yang bisa Anda tawarkan untuk posisi
yang dilamar?”
Dalam
pertanyaan ini, kamu diminta untuk menjelaskan pemahaman diri sendiri,
khususnya kelebihan yang dimiliki. Cari tahu skill apa saja
yang sudah kamu kuasai dan sedang pelajari. Jawab pertanyaan ini dengan
menyebutkan skill yang dimiliki, namun tetap relevan dengan
tugas-tugas posisi yang kamu lamar. Kamu juga perlu menjelaskan alasan dan
sedikit contoh kasus untuk mendukung argumenmu. Hindari menyebutkan skill yang
sama sekali tidak relevan dengan posisi yang kamu lamar.
“Skill apa saja yang bisa Anda kembangkan secara
lebih jauh?”
Pertanyaan
ini merupakan bentuk lain dalam menilai pemahaman diri. Jika pertanyaan
sebelumnya mengharuskanmu untuk menganalisa kelebihan, pada pertanyaan ini,
kamu diminta untuk menganalisa kekurangan yang dimiliki. Jika kamu sudah memahami
soal tugas-tugas posisi yang dilamar, kamu bisa mengaitkan tugas tersebut
dengan skill yang perlu dikembangkan. Sebutkan pula skill lain
yang ingin kamu pelajari untuk menunjang karier dalam posisi tersebut. Kamu
juga bisa menambahkan kemampuanmu dalam mempelajari hal baru dan mengatasi
kekuranganmu saat menjawab pertanyaan ini.
“Apakah Anda bisa ceritakan pengalaman saat
ada target yang sulit dicapai?”
Kamu
seorang fresh graduate? Jangan khawatir! Kamu bisa menjawab
pertanyaan tersebut dengan menyertakan pengalamanmu saat kamu terlibat dengan
kegiatan kampus atau pengalamanmu saat magang. Pada pertanyaan mengenai
pengalaman, perekrut akan menilai sikapmu dalam menghadapi target yang sulit
dicapai. Hal ini meliputi respons, optimisme, mindset, hingga
bentuk penyelesaian yang dilakukan. Jawablah dengan menceritakan pengalamanmu
dan tunjukkan bahwa kamu adalah sosok yang optimis dan pantang menyerah.
“Bagaimana cara Anda menyelesaikan kegiatan
atau tugas dengan deadline yang berdekatan?”
Tidak
jarang bagi sebagian besar orang untuk melakukan lebih dari tiga tugas dalam
satu hari. Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah kamu dapat
menentukan prioritas pekerjaan. Selain itu, kemampuan dalam melakukan multitasking juga
menjadi faktor penentu dari jawaban yang kamu lontarkan. Perekrut akan menilai
cara kamu menentukan prioritas serta strategi dalam menyelesaikannya. Kamu bisa
menjawabnya dengan menceritakan pengalaman saat harus menyelesaikan tugas
kuliah sambil menjalankan kegiatan di kampus. Tunjukkan bahwa kamu adalah
kandidat yang mampu membedakan hal yang darurat dan penting.
“Apa yang akan dilakukan ketika Anda membuat
kesalahan atau tidak dapat memenuhi target?”
Trial
and error merupakan hal yang paling umum ketika mencoba hal
baru. Bahkan, saat melakukan hal yang sudah dikuasai pun, akan selalu ada ruang
untuk membuat kesalahan. Yang terpenting adalah tanggung jawabmu untuk
memperbaiki kesalahan tersebut serta sikap saat mengalami kegagalan. Jawablah
pertanyaan ini dengan pengalamanmu dalam bertanggung jawab atas sebuah kesalahan.
Pastikan kamu tidak menyalahkan pihak lain saat bercerita. Sertakan juga hal
yang harus dilakukan untuk mencegah kesalahan tersebut terulang. Tunjukkan
bahwa kamu sosok yang percaya diri dan bisa belajar dari kesalahan, serta
memiliki motivasi untuk terus memperbaiki diri.
“Lingkungan kerja seperti apa yang membuat
Anda nyaman dan membantu untuk jadi lebih produktif?”
Pertanyaan
ini diajukan untuk mengetahui lebih jauh lingkungan kerja seperti apa yang
membuatmu nyaman sehingga dapat memberikan performa yang lebih baik. Di sini,
perekrut akan membandingkan kecocokan antara tipe tempat kerja yang ideal versi
kamu dan versi perusahaan. Sebelum menjawab pertanyaan ini, kamu bisa mengenali
diri lebih jauh dan menentukan kondisi seperti apa yang membuatmu nyaman.
Kemudian, kamu juga bisa melihat pengalamanmu saat magang, berkegiatan di
kampus, atau bahkan kelas saat belajar. Tuliskan apa saja yang mendukung
kinerjamu. Jika kamu sudah mengetahuinya, kamu bisa menjawab pertanyaan ini
dengan mengaitkannya dengan budaya perusahaan. Tambahkan juga dengan
menjelaskan kenapa budaya perusahaan akan mendukung hal-hal performa kamu.
“Apa Anda punya pertanyaan untuk kami?”
Di
akhir wawancara, pertanyaan ini akan muncul. Jika dilihat sekilas, pertanyaan
ini akan terlihat seperti pertanyaan formalitas saja. Manfaatkan kesempatan ini
untuk memastikan kembali bahwa kamu memiliki ekspektasi yang sesuai. Kamu bisa
menanyakan kembali mengenai budaya perusahaan, proyek penting yang akan
dilaksanakan, jenjang karier dan tugas-tugas posisi yang kamu lamar, serta hal
lain yang berhubungan dengan perusahaan dan proses rekrutmen.
Dengan
begitu, perekrut akan tahu bahwa kamu memiliki minat yang tinggi dan serius
untuk bekerja di posisi dan perusahaan ini. Jika kamu ingin memahaminya lebih
jauh, kamu bisa baca 9 pertanyaan
yang tidak boleh ditanyakan saat wawancara kerja.
Nah,
itu dia 10 pertanyaan yang paling sering diajukan saat wawancara kerja. Jangan
lupa untuk mempelajari tips menjawab
dan berlatih wawancara kerja agar tidak gugup. Hindari menjawab
dengan kalimat-kalimat yang tidak relevan.
Selain
itu, hindari juga bersikap arogan dan selalu tunjukkan perilaku baik
saat wawancara kerja. Pastikan bahwa kamu mengenakan pakaian yang
sesuai dan tepat waktu walaupun bukan wawancara tatap muka, ya!
Sumber Istimewa

No comments:
Post a Comment